News

Dinkes Kota Cirebon Hadirkan Program Oksigen Nakes: Ruang Pulihkan Energi & Jaga Kondisi Psikologis Nakes

Oleh Admin Selasa, 29 September 2026
Dinkes Kota Cirebon Hadirkan Program Oksigen Nakes: Ruang Pulihkan Energi & Jaga Kondisi Psikologis Nakes

Infokom DPP PPNI - Melalui upaya efektif telah dilakukan pihak terkait dalam mengoptimalkan pelayanan di fasilitas kesehatan.

Sebuah inovasi dihadirkan Dinas Kesehatan Kota Cirebon dengan program Oksigen Nakes sebagai ruang pemulihan energi bagi tenaga kesehatan. Program tersebut dirancang untuk membantu tenaga kesehatan menghadapi tuntutan pekerjaan sekaligus menjaga kondisi psikologis mereka.

Vita Alamanda selaku Ketua Tim Binwas Mutu SDMK Dinas Kesehatan Kota Cirebon, mengungkapkan bahwa Oksigen Nakes merupakan inovasi yang ditujukan khusus bagi tenaga kesehatan. Program itu diharapkan dapat membantu mencegah kelelahan akibat aktivitas pelayanan kesehatan yang padat.

“Oksigen Nakes, Oksigen Petugas Kesehatan ini adalah inovasi yang saya ciptakan untuk rekan-rekan medis dan tenaga kesehatan kami di Kota Cirebon. Pada dasarnya, tujuannya adalah untuk mencegah kelelahan dari semua aktivitas mereka di tempat kerja,” ujar Vita dalam program Beranda Asta Cita RRI, sesuai yang diliris rri.co.id.

Dikatakannya, program tersebut saat ini telah diterapkan di enam Puskesmas di Kota Cirebon. Pemilihan lokasi dilakukan berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan tingginya jumlah kunjungan pasien di enam fasilitas kesehatan tersebut.

“Berdasarkan penelitian saya, penelitian saya baru-baru ini menunjukkan bahwa enam pusat ini memiliki kunjungan tinggi, lebih dari 25.000 per tahun,” katanya.

Pelaksanaan Oksigen Nakes dilakukan melalui ruang khusus yang disebut Oksigen Lounge. Ruang tersebut menjadi tempat tenaga kesehatan mendapatkan kesempatan untuk berbicara dan memperoleh pendampingan terkait kondisi emosional mereka.

Ia mengatakan kegiatan tersebut melibatkan psikolog klinis dan dokter yang memiliki perhatian terhadap kesehatan mental. Menurutnya, tenaga kesehatan juga membutuhkan ruang untuk didengar setelah selama bekerja mereka lebih banyak memberikan perhatian kepada pasien.

“Kami membuat ruangan khusus, seperti di aula pusat kesehatan komunitas, kami menyebutnya ‘Oksigen Lounge’. Semoga tahun depan program ini juga bisa diterapkan di rumah sakit,” ungkapnya.

Diharapkannya, Oksigen Nakes dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan. Ia menilai kondisi tenaga kesehatan perlu diperhatikan karena kualitas pelayanan kepada masyarakat juga berkaitan dengan kondisi orang yang memberikan pelayanan.


Sumber: Media online rri.co.id