Infokom DPP PPNI - Komitmen Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dalam menjalankan AD/ART PPNI di setiap level kepengurusan terus berlangsung.
Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat periode 2025-2030 resmi dilantik pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Bukit Safa.

Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi profesi perawat serta memperkuat peran strategis perawat dalam mendukung pembangunan kesehatan di daerah.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua DPD PPNI Kabupaten Mamuju, Mustadiarto, dan didampingi oleh Wakil Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPNI Provinsi Sulawesi Barat, Muhlis. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus, anggota PPNI, serta tamu undangan.
Pelantikan ini merupakan bentuk pengesahan resmi kepengurusan baru yang akan mengemban amanah organisasi selama periode 2025-2030. Kepengurusan baru diharapkan mampu menjalankan roda organisasi secara profesional, memperkuat solidaritas antarperawat, serta meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan keperawatan kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat, diawali dengan pembacaan surat keputusan, pengambilan sumpah jabatan serta penandatanganan berita acara pelantikan. Suasana penuh kebersamaan dan semangat pengabdian terlihat dari seluruh pengurus yang dilantik.
Ketua DPD PPNI Kabupaten Mamuju dalam sambutannya menegaskan bahwa masa kepengurusan lima tahun ke depan harus dimaknai sebagai periode strategis untuk membangun peradaban profesi keperawatan di Kabupaten Mamuju. Ia menekankan pentingnya komitmen setiap pengurus dalam memberikan kontribusi nyata serta meninggalkan warisan pemikiran bagi kemajuan profesi perawat.
“Kepengurusan ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi bagaimana kita meninggalkan bekas. Bekas yang dimaksud adalah bagian dari peradaban perawat di Mamuju,” ucapanya, sesuai yang diliris sulbaronline.com.
Disampaikannya, potensi besar yang dimiliki oleh jajaran pengurus saat ini, yang terdiri dari sumber daya manusia berkualitas, termasuk anggota yang telah menyandang gelar doktor dan memiliki potensi menjadi guru besar. Menurutnya, potensi tersebut merupakan kekuatan penting dalam melahirkan gagasan, inovasi, dan arah baru bagi kemajuan organisasi.
Maka diharapkannya seluruh pengurus dapat menyatukan ide dan gagasan yang kemudian dirumuskan dalam Rapat Kerja (Raker) organisasi sebagai landasan dalam menentukan arah kebijakan dan kontribusi organisasi di masa mendatang. Ia juga menekankan pentingnya membangun solidaritas, komitmen, serta semangat kebersamaan dalam menjalankan amanah organisasi. (IR)
Sumber : Media online sulbaronline.com