News

DPR RI Libatkan Kemenkes RI Bersosialisasi: Upaya Atasi Penyakit Infeksi Emerging Mendatang di Bukittinggi

Oleh Admin Kamis, 5 Maret 2026
DPR RI Libatkan Kemenkes RI Bersosialisasi: Upaya Atasi Penyakit Infeksi Emerging Mendatang di Bukittinggi

Infokom DPP PPNI - Kolaborasi antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dengan Kementerian Kesehatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat berkaitan hal penyakit telah direalisasikan.

Untuk itulah Legislator Komisi IX DPR RIAde Rezki Pratama, melibatkan Kementerian Kesehatan RI untuk memassifkan antisipasi penyebaran Penyakit Infeksi Emerging berbasis masyarakat di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Sosialisasi tersebut digelar di Aula Balai Pelatihan Pertanian Kota Bukittinggi, Sumbar, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kewaspadaan dini terhadap ancaman penyakit menular baru maupun penyakit lama yang muncul kembali dan berpotensi menimbulkan wabah.

Penyakit Infeksi Emerging adalah penyakit infeksi yang baru muncul di suatu populasi atau telah ada sebelumnya namun mengalami peningkatan insiden secara signifikan dalam kurun waktu tertentu, sehingga berisiko menimbulkan dampak kesehatan masyarakat yang luas.

Ade Rezki Pratama mengatakan bahwa penguatan peran masyarakat menjadi kunci dalam mencegah penyebaran penyakit infeksi emerging.

Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas diperlukan agar deteksi dini, pelaporan, serta penanganan awal dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Ia menegaskan, kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari gerakan promotif dan preventif kesehatan yang harus terus digaungkan.

Upaya pencegahan, menurutnya, jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat wabah sudah meluas.

"Ini gerakan masyarakat hidup sehat, karena harta paling bernilai di dunia adalah kesehatan," katanya, sesuai yang diliris harianhaluan.com.

Dirinya juga menyinggung pengalaman pandemi Covid-19 yang pernah melanda berbagai daerah, termasuk Bukittinggi.

Dijelaskannya bahwa mobilitas masyarakat dan interaksi sosial menjadi faktor penting dalam percepatan penyebaran penyakit menular, sehingga kewaspadaan kolektif sangat diperlukan.

Ia membahas bagaimana Covid-19 sampai ke Bukittinggi sebagai penyakit menular, sekaligus menjadi pembelajaran penting tentang pentingnya sistem surveilans dan kesiapsiagaan daerah.

"Kesehatan tidak terasa berharga saat kita sehat, maka sebelum sakit menyapa kita, kita persiapkan untuk menghadapinya,” tuturnya.


Menurutnya, langkah antisipatif harus dilakukan melalui edukasi, peningkatan kesadaran masyarakat, serta koordinasi lintas sektor.

Sosialisasi ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman masyarakat mengenai potensi ancaman penyakit infeksi emerging di masa mendatang.

"Dengan sosialisasi ini, kita harapkan dapat mewaspadai dan mengatasi penyakit infeksi emerging di waktu mendatang," ucapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, yakni Administrator Kesehatan Ahli Madya Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, La Ode Hane, S.KM., M.Kes.

 

Sumber : Media online HARIANHALUAN.COM