Infokom DPP PPNI - Penerima beasiswa LPDP tentu masih ada yang berkontribusi dalam negeri Indonesia setelah mereka menjalankan pendidikan ke luar negeri.
Kisah Hapu Ammah atau yang akrab disapa Endy, penerima beasiswa LPDP asal Sumba Timur yang kini mengabdikan diri sebagai perawat di kampung halamannya untuk membantu menangani malaria.

Seusai menuntaskan pendidikan magister di University of Melbourne, Australia, Endy memilih kembali ke kampung halaman dan mengabdi di Klinik Malaria Sumba Foundation, sebuah layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Desa Hoba Wawi, Kabupaten Sumba Barat.
Kisah Endy ini dibagikan langsung oleh situs resmi Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP), Senin (20/1/2026).
Lebih dari 10 tahun, Endy telah mengabdikan diri di garis depan pelayanan kesehatan masyarakat bersama Sumba Foundation.
“Biar saya periksa tekanan darah Anda di lengan kiri, ya. Apa keluhannya? Sudah pernah diperiksa sebelumnya? Tunggu sebentar,” kata Endy, saat melayani pasien di suatu pagi, seperti dikutip dari situs resmi LPDP, yang diliris chanelmuslim.com.
Kalimat tersebut menjadi kalimat yang rutin ia ucapkan setiap harinya sebagai bagian dari pelayanan para pasien yang datang untuk berobat.
Pulau Sumba dikenal luas hingga mancanegara berkat keindahan alam dan kekayaan budayanya. Di berbagai sudut pulau, destinasi wisata di daerah itu tumbuh dan berkembang.
Namun, di balik pesonanya, Sumba masih menghadapi krisis kesehatan masyarakat yang berkepanjangan, yang erat kaitannya dengan kemiskinan dan ketertinggalan pembangunan.
Hingga kini, Sumba tercatat sebagai penyumbang kasus malaria tertinggi kedua di Indonesia setelah Papua. Berdasarkan Annual Parasite Incidence tahun 2025, jumlah kasus malaria di Kabupaten Sumba Barat mencapai 2.049 kasus.
Tingginya kasus malaria di Sumba inilah yang membulatkan tekad Endy untuk kembali dan mengabdi di kampung halamannya.
Pasien yang datang dengan gejala menyerupai malaria secara rutin menjalani pemeriksaan darah. Proses pendeteksian parasit membutuhkan keahlian khusus, dan Endy termasuk salah satu tenaga kesehatan yang paling berpengalaman di bidang tersebut.
Bagi Endy, pendidikan pada masa lalu bukanlah hal yang mudah didapat. Keterbatasan ekonomi keluarga dan minimnya infrastruktur pendidikan menjadi hambatan yang harus ia hadapi sejak kecil.
Ia masih mengingat kondisi di kampung halamannya yang belum memiliki sekolah menengah pertama. Pada 2025 lalu, Endy berhasil menuntaskan pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat di University of Melbourne, Australia.
Meski memiliki peluang untuk berkarier di luar Sumba, bahkan di luar negeri, Endy memilih pulang ke kampung halaman.
Dirinya kembali menjalankan perannya sebagai perawat sekaligus pelatih di Malaria Microscopy Training Center, melanjutkan pengabdian di bidang kesehatan masyarakat. (IR)
Sumber: chanelmuslim.com