News

PPNI Berau Peduli Sesama, Serahkan Santunan Puluhan Juta Untuk Pesantren & Warga Kurang Mampu

Oleh Admin Kamis, 12 Maret 2026
PPNI Berau Peduli Sesama, Serahkan Santunan Puluhan Juta Untuk Pesantren & Warga Kurang Mampu

Infokom DPP PPNI - Kepeduliaan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di berbagai daerah terus direalisasikan termasuk di dalam suasana bulan suci Ramadhan.

Berkaitan itu Dewan Pengurus Daerah Persatuan (DPD) PPNI Kabupaten Berau menunjukkan kepeduliannya melalui aksi sosial di bulan suci Ramadan.



Organisasi profesi ini menggelar agenda buka puasa bersama sekaligus menyerahkan santunan kepada para santri dan santriwati di Pondok Pesantren Bina Dakwah Karangan, Kecamatan Biatan.

Kegiatan yang penuh kehangatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dibalut dengan pemberian bantuan dana senilai Rp30 juta untuk mendukung berbagai kegiatan santri.

Upaya ini untuk mempertegas peran perawat yang tidak hanya berdedikasi di ranah medis, tetapi juga aktif dalam pengabdian masyarakat.

Ketua DPD PPNI Berau, Eko Sulastyo, mengungkapkan, kegiatan sosial ini telah menjadi agenda rutin tahunan organisasi.

Menurutnya, profesi perawat memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan kondisi sosial masyarakat, melampaui tugas-tugas administratif maupun teknis di dalam ruang perawatan rumah sakit.

“Hidupnya perawat itu sangat dekat dengan sosial,” ucap Eko, Aceh, Rabu (11/3/2026), sesuai yang diliris berauterkini.co.id.

Kepedulian PPNI Berau pun bersifat inklusif dan menjangkau kalangan yang lebih luas.

Selain menyasar para santri, bantuan juga disalurkan bagi masyarakat kurang mampu di berbagai wilayah Kabupaten Berau tanpa memandang latar belakang keyakinan, termasuk pemberian bantuan bagi warga non-muslim.

Eko menjelaskan, seluruh aksi tersebut dilakukan dalam satu rangkaian program kemanusiaan yang terintegrasi.

Seluruh dana yang terkumpul untuk aksi sosial ini merupakan hasil kolektif dari iuran sukarela para anggota PPNI Berau.

Urunan anggota yang dibayarkan secara rutin setiap bulannya dialokasikan untuk membiayai berbagai program kerja organisasi, termasuk bakti sosial yang menyentuh langsung lapisan masyarakat terbawah.

Melalui peran aktif perawat dalam program-program sosial seperti ini, Eko berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan para pejuang kesehatan tersebut.

Dedikasi tinggi yang ditunjukkan di lapangan diharapkan menjadi cermin bagi pemangku kebijakan untuk terus meningkatkan apresiasi terhadap profesi perawat.

“Karena ini bagian dari tanggung jawab sosial kami juga,” pungkasnya. (IR)