News

MRCCC Siloam Semanggi Targetkan 80% Tenaga Perawatnya Miliki Kompetensi Perawat Onkologi

Oleh Admin Rabu, 30 September 2026
MRCCC Siloam Semanggi Targetkan 80% Tenaga Perawatnya Miliki Kompetensi Perawat Onkologi

Infokom DPP PPNI - Upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan spesifik semakin diprioritaskan oleh berbagai fasilitas kesehatan.

Sehubungan itu MRCCC Siloam Semanggi terus memperkuat kualitas layanan kanker melalui pengembangan kompetensi tenaga keperawatan.

Langkah tersebut dilakukan seiring semakin kompleksnya penanganan kanker dan berkembangnya pilihan terapi yang membutuhkan dukungan tenaga kesehatan dengan kompetensi khusus.

Adapun salah satu fokus yang dikembangkan adalah keperawatan onkologi. MRCCC Siloam Semanggi menargetkan sebanyak 80% tenaga perawatnya memiliki kompetensi sebagai Perawat onkologi dalam lima hingga 10 tahun mendatang. Target tersebut menjadi bagian dari strategi rumah sakit untuk memperkuat pendampingan pasien kanker selama menjalani rangkaian perawatan.

Head of Nursing MRCCC Siloam Semanggi, Fretty Lamria Manalu, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dan metode pengobatan kanker membuat kebutuhan terhadap tenaga keperawatan dengan kompetensi khusus semakin meningkat.

“Pasien kanker tidak hanya membutuhkan terapi yang tepat, tetapi juga seseorang yang memahami apa yang terjadi pada tubuhnya selama menjalani terapi, membantu mengenali perubahan kondisi, memberikan edukasi, dan menghubungkan berbagai kebutuhan pasien dengan tim yang merawatnya. Di situlah peran oncology nurse menjadi sangat penting,” ungkap Fretty, sesuai yang dilansir infobrand.id.

Menurutnya, kemajuan teknologi pengobatan kanker tidak menghilangkan kebutuhan terhadap pendampingan langsung dari perawat. Perawat tetap memiliki peran penting dalam memantau kondisi pasien, memberikan edukasi, membantu mengelola efek samping terapi, serta memastikan komunikasi antara pasien dan tim medis berjalan dengan baik.

“Perkembangan teknologi untuk pengobatan kanker memang begitu cepat. Namun, human touch dari perawat tidak bisa digantikan. Dalam 24 jam, perawat berjalan bersama pasien,” jelas Fretty.

Untuk mencapai target tersebut, MRCCC Siloam Semanggi mengembangkan pelatihan keperawatan onkologi secara bertahap. Pengembangan kompetensi diarahkan agar perawat mampu mendampingi pasien mulai dari edukasi, pemantauan perubahan kondisi, pengelolaan efek samping, hingga koordinasi dengan tenaga kesehatan lainnya.

Upaya penguatan sistem keperawatan MRCCC Siloam Semanggi juga mendapat pengakuan melalui Magnet with Distinction dari American Nurses Credentialing Center (ANCC) pada 2026. Pengakuan Magnet menilai praktik dan kepemimpinan keperawatan, termasuk kepemimpinan transformatif, pemberdayaan perawat, praktik profesional, inovasi, pengembangan pengetahuan, serta hasil pelayanan.

Chief Executive Officer MRCCC Siloam Semanggi, Tries Nainggolan, mengatakan pencapaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan profesi keperawatan, tetapi juga menggambarkan bagaimana sistem organisasi mendukung kolaborasi berbagai keahlian dalam pelayanan pasien.

“Magnet Recognition with Distinction bukan sekadar pengakuan terhadap keperawatan, tetapi mencerminkan bagaimana sebuah organisasi membangun sistem yang memungkinkan berbagai keahlian bekerja bersama untuk memberikan pelayanan yang lebih terintegrasi,” imbuhnya. (IR)


Sumber: Media online infobrand.id