News

Tenaga Kesehatan Indonesia Ikuti Pelatihan FETP Frontline: Untuk Perkuat Keamanan Kesehatan

Oleh Admin Rabu, 30 September 2026
Tenaga Kesehatan Indonesia Ikuti Pelatihan FETP Frontline: Untuk Perkuat Keamanan Kesehatan

Infokom DPP PPNI - Dukungan Kementerian Kesehatan bersama pihak luar dalam menjaga kesehatan masyarakat telah direalisasikan dengan melibatkan tenaga kesehatan.

Sehubungan itu 59 tenaga kesehatan Indonesia menyelesaikan pelatihan Field Epidemiology Training Program (FETP) Frontline di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Kementerian Kesehatan, di Ciloto, Jawa Barat.

Program yang berlangsung pada Mei hingga September 2026 ini didukung Keamanan Kesehatan Global (Global Health Security/GHS), Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Para lulusan dari berbagai fasilitas puskesmas di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur ini telah menyelesaikan pelatihan berbasis lapangan selama beberapa bulan. Pelatihan mencakup investigasi wabah, keterampilan penting untuk mendukung target 7-1-7 Indonesia: mendeteksi dalam tujuh hari, melaporkan dalam satu hari, dan merespons dalam tujuh hari.

“Hari ini, kita tidak sekadar menutup sebuah program pelatihan; kita meluluskan 59 penjaga kesehatan masyarakat yang berada di garis depan. Kehadiran Anda merupakan bukti nyata tekad bersama melindungi masyarakat dengan mendeteksi, melaporkan, dan merespons ancaman kesehatan secara cepat dan tepat,” ungkap Kepala Unit Kesehatan Kedutaan Besar AS, Eni Martin, Senin, (28/9/2026).

Program ini mencerminkan kuatnya kemitraan jangka panjang Amerika Serikat dan Indonesia di bidang keamanan kesehatan. Program dilaksanakan bersama Kementerian Kesehatan, BBPK Ciloto, serta dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, dengan dukungan teknis berkelanjutan dari CDC Indonesia.

“Keberhasilan program FETP Frontline tidak hanya diukur dari selesainya pelatihan oleh para peserta. Tetapi, juga dari sejauh mana kompetensi yang mereka peroleh dapat diterapkan untuk meningkatkan surveilans secara nyata,” ucap Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Sumarjaya.

“Mari kita melihat berakhirnya pelatihan ini bukan sebagai akhir dari perjalanan pembelajaran, melainkan sebagai awal untuk menerapkan pengetahuan dan memperkuat kompetensi. Serta, memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat,” ujarnya.

Setelah resmi bergabung dengan Asosiasi Epidemiolog Lapangan Indonesia seusai pelatihan, para lulusan kini kembali bertugas melayani masyarakat di garis depan, yaitu di Serang, Tangerang, Bogor, Bandung Barat, Surabaya, dan Malang.

“Dengan menerapkan keterampilan baru yang mereka peroleh untuk memperkuat keamanan kesehatan di tingkat layanan terdepan, AS terus mendukung upaya Indonesia. Untuk memastikan kesiapsiagaan saat ini dapat diwujudkan menjadi kemampuan yang lebih cepat dan efektif dalam mendeteksi, melaporkan, dan merespons ancaman kesehatan masyarakat di masa mendatang,” pungkas Eni Martin. (IR)


Sumber: Media rri.co.id

https://rri.co.id/